Rista's Blog

Sabtu, 17 Desember 2011

when i'm Falling in Love part 1


Malam itu dingin menusuk tubuhku....

Angin laut yang berhembus kencang diiringi kebetean yang teramat sangat karena menunggu kapal yang tak kunjung bersandar di pelabuhan. Sudah pukul 22.00 kuliahat jam di hp ku, berarti sudah 3 jam lamanya pelayaran dari pelabuhan bakauheni menuju merak. kuluruskan kakiku seraya menatap teman seperjalananku yang terlelap, aku menarik nafas panjang....


Tiba-tiba handpone ku berbunyi, kulihat ternyata ada message dari nomor  yang tak ku kenal, ku baca isi pesan itu.
“assalamu’alaikum...”
 “walaikumsalam, maaf ini siapa ya?”.
Kubalas pesan itu
Diapun membalas dengan menyebutkan namanya, nama yang tak  asing lagi di telingaku. Nama dari orang yang ku kenal dengan jelas.
Namanya widodo prasetyo, dia adalah seniorku angkatan 8 dikampus, hanya terpaut satu angkatan denganku. Cowo manis  tapi nyebelin itu biasa ku panggil ka Dodo. Namun dia memintaku untuk memanggilnya tyo.
Tak terasa kapal sudah bersandar di dermaga 1 pelabuhan merak, masih ada 2 jam perjalanan menuju rumahku. Aku dan teman seperjalanku bergegas mencari bis dengan perasaan harap-harap cemas. Berharap masih ada bis menuju rumah kami ... ternyata alhamdulillah masih ada bis yang bisa membawa kami pulang.
Aku masih dengan handpone ku saat aku duduk di kursi penumpang, aku masih membalas pesan-pesannya yang terkadang membuatku tersenyum.
“ternyata dia lucu”, fikirku dalam hati.

***
Seminggu kemudain aku sudah kembali berada di Bandar Lampung, kota dimana aku merangkai mimpi-mimpiku. Sudah seminggu aku berkenalan dekat dengannya, karena sebelumnya jika bertemu aku hanya tersenyum, itupun jika aku mau tersenyum padanya. Aku masih  membalas pesan-pesannya, terkadang aku mengirim pesan walaupun hanya bertanya tentang kabar, atau apa yang dia lakukan hari ini. kami sudah semakin akrab saja. Sampai pada suatu sore dia mengajakku lari berkeliling lapangan bola, akupun mengiyakan. Untuk pertamakalinya kami bertemu secara akrab, kami ngobrol dengan akrabnya , tawa saat dia mulai meluncu, serta hinaan-hinaanya yang menyebutku pendek.
Dia orang yang menyenangkan, humoris, dan sering membuat  mukaku memerah saat dia memuji, atau hinaan-hinaannya yang membuatku justru ingin tertawa. Ternyata pandangan ku tentang dia selama ini itu salah.

***
Sudah kira-kira tiga minggu lebih kedekatan kami, sudah semakin dekat. Dia sering menjemputku kuliah dan dengan setia memperhatikanku saat aku sakit. Aku tersentuh dengan kebaikannya sampai suatu saat dia mengirim pesan yang membuat mukaku memerah karena malu.
“ apa aku boleh lebih dekat dengan kamu?”
“Maksudmu?”. tanyaku
“ya aku nyaman dengan kamu, pengen mengenalmu lebih dekat”. Balasnya lagi
“boleh, tapi apakah ada orang yang tersakiti jika kita dekat. Aku gak mau loh bwt orang sakit hati karna kedekatan kita”. Balasku kemudian
“klo aku meminta ya berarti sudah tidak ada siapa-siapa, gimana boleh ga?”. Dia kembali bertanya
“boleh”. Balasku singkat
Seminggu kemudian, pada suatu pagi dia mengirim message
“I LOVE YOU”.
“ hahahahahaha... lucu denger tyo ngucapin kata-kata itu”. Aku hanya menjawab dengan sedikit gurauan menyembunyikan perasaanku
 maaf ya klo kata-kata itu membuat ara ga nyaman.” Dia membalas lagi smsku

 “ ga papa ko tyo nyantai ja ^_^ “. Aku balas kembali sms itu
Kemudian obrolan kamipun berlanjut dengan menyenangkan.
Tyo adalah seseorang yang bisa membuatku nyaman, spertinya saat disampingnya smua hal bisa terlupakan. Dan seperti yang dia bilang diapun nyaman jika bersamaku.....
***
Sudah hampir 4 hari setelah dia mengucapkan kata-kata itu, suatu malam dia kembali mengirim pesan.
“galau”. Isi pesannya singkat
 “galau karena apa?” Aku membalasnya
“karena kamu”. Balasnya lagi
“lah ko karena aku, emang aku knapa”. Balasku lagi
“kmaren aku kan udah bilang pengen dekat dengan kamu, skarang aku mau bilang lagi boleh ga aku lebih dari sekedar dekat dengan kamu”, balasnya
“hm...., boleh ga ya? Hahahaha” aku mengajaknya bercanda.
“seriusan loh ra!”. Jawabnya sdikit kesal
“iya”. Balasku singkat
“aku tuh sayang sama ara, sayang banget!!!” balasnya lagi
“aku juga sayang tyo”. Balasku
“I Love You”. Balasnya
Aku hanya menjawabnya dengan singkat
“me too ^_^”
Smsanpun berlanjut hinnga larut malam, kami berbicara tentang perasaan itu... tentang perasaan kami masing-masing. Aku sayang tyo... sayang sangat................
***

Seminggu setelah smsan itu berlalu, sepulang kampus saat aku hendak membeli makan di warung nasi dekat dengan kosannya. Aku bertemu dengannya, dia mengajaku main ke kosannya. Aku mengikutinya karena aku fikir sekali-kali boleh aku main kekosannya, melihat bagaimana dia menata kamarnya.
“berantakan baget yo”. Kataku pada tyo
“hahaha... temenin aku makan ya!!! Aku buka pintunya biar kamu ga risih berduaan sama aku”. Katanya padaku
Aku hanya memandangnya...
“jangan liatin dong klo lagi makan, aku malu tau” katanya padaku
“sapa yang liat kamu makan, pede banget sih.” Kataku kemudian
Aku menatap ke arah sudut kamarnya, tiba-tiba tangan kirinya menggenggam tanganku.... erat,aku bisa  merasakannya,   aku melepaskan genggamannya... tapi dia menggenggam tanganku lagi.. hujan pun turun, aku melihat ke luar.
“asik-asik, hujan...” katanya padaku
“seneng banget sih.” Ucapku
“kan kamu bisa lama disininya”
“gak mau , klo makannya udah selesai pokoknya anterin aku pulang!!!”. Kataku
“iya sayang”
Aku membuka payung usangya sambil sesekali memakainya, aku tak tahu jika dia sedari tadi memperhatikanku.
“kamu manis banget, pake bajunya cantik, pake payung, gmn aku gak jatuh cinta sama kamu coba!” katanya.
Aku hanya tersenyum. Aku yakin mukaku pasti memerah karena malu. Diapun mengantarkanku pulang, dibawah rintikan hujan... kami berjalan sepanjang  jalan menuju ke kosanku sambil sedikit bergurau, dia menggenggam tangan erat, walau kucoba untuk melepaskan tapi dia masih menggenggam tanganku, aku hanya tersipu.
***
Keesokan hariya aku pulang kampung karena sudah lebih dari sebulan aku tak pulang, dia mengantarku ke terminal. Dia berkata,
“kamu ini ra mau pulang ko dandannya cantik, gimana kalo di jalan nanti ada yang naksir trus minta nomor telpon”
Aku hanya tersenyum..
“jaga mata, jaga hati ya! Klo kamu disana ga aneh-aneh aku jg gak akan aneh-aneh disini,” dia berkata lagi
Dia melihatku saat aku masuk bus....dan aku tersipu saat di inbox ku ternyata ada pesan singkat dari tyo
“I Love You so much”
Sudah 5 hari aku dirumah, kangen tyo.... kangen mukanya yang nyebelin itu kangen dia.... kangen semuanya tentang tyo.
Selasa itu aku pulang, menghabiskan waktu  8 jam dari rumah hingga sampai di Bandar Lampung. Dia menjemputku di terminal...
“aku kangen loh ra sama kamu”. Katanya sambil duduk di ruang tamu kosannku
“aku jg kangen tyo”. Kataku
Sambil duduk dan ngobrol, dia pegang tanganku lagi, mukaku slalu memerah saat dia genggam tanganku.
“kamu pasti cape ya!”
“banget”.
“nti malem istirahat ya!”
Aku hanya mengangguk sambil melihat wajahnya, memandang matanya lekat-lekat. Dalam hatiku berkata..
“kau tahu... jika orang lain hanya mengenggapmu bagian dari dunia tapi dimataku kamu adalah dunia itu, dunia yang slalu ingin kutempati. Karena dengan melihat matamu, entah kenapa hatiku menjadi tenang”
***
Keesokan harinya, entah knapa aku jadi galau...resah... entah kenapa rasanya tak seperti biasanya. Aku tak tau mungkin karena hubunganku dengan tyo yang tanpa status yang pasti itu, aku mengirim pesan padanya
“kita ini sebenernya apa sih? pacaran ko ga ada statusnya tp klo di bilang ga pacaran ko kaya pacaran”
“emang status itu penting ya!”
“penting bwt ku yo”
“Yaudah aku ke kosanmu bwt bilang ini semua,” balasnya
dia pun ke kosanku, tapi kami hanya terdiam di bangku ruang tamu kosanku itu
“kamu mau jelasin apa yo” kataku membuka percakapan
Dia menghela nafas
“senenarnya aku ada uneg-uneg bwt kamu ra”
“uneg-uneg apa?” tanyaku
“aku itu udah trauma buat pacaran ra”
“so klo kamu trauma kamu ga mau nyoba lagi gitu, trus aku ini sebagai apa? Jahat kamu yo” kataku padanya
“maafin aku ra, entah knapa fikiran itu masih slalu ada di otak aku ra. Bukan aku menyangka kamu itu seperti mereka, aku yakin kamu itu beda,,, kamu baik ra.. baik banget, aku nyaman sama kamu,,, aku tulus cinta ma sayang ma kamu tapi aku masih trauma ra”
“so....” kataku
“aku ga mau janjiin kamu ra,aku juga ga tahu kapan aku bisa melupakan trauma itu..., aku tahu pasti kamu kecewa ma aku, tapi maafin aku ra... maafin aku”
Aku hanya terdiam, sambil menggenggam tanganku dia mulai bicara
“maaf ra... aku akan ngebebasin kamu mencari orang yang lebih baik dari aku, karena aku takut klo aku tidak bisa menjadi orang yang kamu mau, aku sayang dan cinta ra ma kamu tapi aku merelakan kamu jika suatu saat kamu memilih orang lain. Tapi aku ga akan bisa ra milih orang lain, kamu itu baik.... sangat baik, akan sangat bodohnya aku jika aku milih orang lain buat gantiin posisi kamu di hati aku, aku tetep sayang dan cinta sama kamu. Aku akan tetep sering main kesini, masih sama seperti dulu... jagain kamu ra. Tapi maaf udah bwt kamu kecewa”
Aku masih terdiam saat melihat wajahnya, ingin menangis tapi kutahan..
“ra ko diem?” tanyanya lagi
“iya aku maafin kamu”
Tangannya masih menggenggam tanganku, masih dengan tatapan yang sama seperti dulu,tatapan yang slalu aku rindukan. Aku mencintainya...sungguh...sungguh sangat, tapi aku tak mau menangis di depannya. dalam hatiku berkata
“masa seorang Tiara Anisa menangis di depannya”. Tapi sungguh... sakit rasanya....benar-benar ingin menangis.
“tapi kita masih tetep sperti biasa kan?”
“iya”, kataku pelan.
Diapun pulang aku menatapnya pulang dan lari kekamarku sambil menangis...menangis sampai mataku bengkak....aku benar-benar jatuh cinta, jatuh cinta pada widodo prasetyo... tapi aku tak bisa apa-apa. Ini beda, beda rasanya dengan yang kurasakan pada mas agus, karena aku tak pernah memilikinya... aku sayang dia....air mata itu tak bisa kubendung lagi.
kurasakan tubuhku mulai melemah,,,,
Bersambung...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar